Kekerasan PELAJAR

19 05 2013

Kekerasan pelajar yang saat ini kerap terjadi disetiap daerah yang berada dikota-kota besar indonesia menjadi tolak ukur agar setiap tingkat pendidikan yang ada saat ini, mampu menghindari terjadinya hal tersebut.

SMP PGRI JATIUWUNG Menerapkan sistem disiplin yang mampu dicerna oleh setiap murid.





BANTUAN SISWA

19 05 2013

Penerima Bantuan Siswa Miskin Naik Jadi 14 Juta Siswa, Jumlah Bantuan Juga Naik

Posted in Berita

31Pemerintah akan memberikan Bantuan Siswa Miskin 2013 (BSM) kepada  14 juta siswa keluarga tidak mampu (miskin) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikmen Kemdikbud) Hamid Muhammad,  di Jakarta, Kamis (16/5), mengatakan jumlah tersebut  lebih besar dibandingkan BSM tahun lalu, yaitu sebesar enam juta siswa.

Adapun rincian penambahan tersebut adalah sebesar 8,5 juta untuk siswa SD. Sebelumnya, kuota penerima BSM SD adalah tiga juta siswa. Kemudian, empat juta siswa untuk jenjang SMP, dari 1,6 juta kuota siswa SMP di tahun lalu. Pada jenjang SMA, terdapat sebesar 1,8 juta siswa penerima BSM. Jumlah itu naik dari 1,1 juta siswa penerima BSM.

Menurut Dirjen Dikmen Kemdikbud) Hamid Muhammad, kenaikan kuota itu pun diikuti dengan besaran unit cost dari masing-masing penerima BSM. “Untuk SD, SMP ada kenaikan untuk unit cost. Sedangkan SMA masih tetap, yaitu Rp 1 juta/siswa/tahun,” kata Hamid.

Untuk unit cost penerima BSM SD, kenaikan sebesar 10 persen yaitu dari  Rp 350.000/siswa/tahun menjadi Rp 450.000/siswa/tahun. Sedangkan jenjang SMP, kenaikan unit cost dari Rp 560.000/siswa/tahun menjadi Rp 750.000/siswa/tahun. Sedang untuk SMA/SMK tetap berjumlah Rp 1 juta per siswa per tahun.

“Penambahan unit cost dan siswa penerima ini mulai bulan Juli mendatang. Penyaluran BSM ini sedang dievaluasi di DPR. Banyak evaluasinya seperti ketidaktepatan sasaran. Yang dievaluasi sekolah,” ujar Hamid.

Bantuan Siswa Miskin merupakan jenis bantuan yang diberikan pemerintah kepada para siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Harapan dari keberadaan BSM adalah dapat memenuhi kebutuhan bersekolah dari siswa miskin, yang tidak ditanggung oleh Biaya Operasional Sekolah. Adapun alokasi penggunaan BSM mencakup pembelian baju seragam, buku tulis, sepatu, biaya transportasi.

“Nanti siswa diberi kartu oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebagai syarat mengambil bantuannya di kantor pos. Kita pakai data TNP2K agar lebih tepat sasaran,” kata Hamid.

Ia mensinyalir selama ini ada pengorganisasian dalam pengambilan uang oleh guru dan kepala sekolah. Padahal seharusnya langsung ke siswa. Hamid menjamin penyaluran BSM kali ini tidak salah sasaran karena BSM langsung dikirimkan ke siswa.

Data yang diperoleh dari kepala sekolah dikoordinasikan ke pusat secara online. Jika disetujui, BSM diajukan ke KPPN untuk kemudian disalurkan ke siswa.

Syarat yang harus dibawa siswa ke kantor pos adalah surat rekomendasi dari sekolah yang menyatakan bahwa siswa masih bersekolah. Selain itu juga membawa kartu siswa atau rapor.

“Sudah tidak ada voucher tahun ini. Untuk sekolah-sekolah yang jaraknya jauh dari kantor pos, bisa diwakilkan oleh kepala sekolah,” kata Hamid.





Perkembangan Ekstrakulikuler Sekolah

10 05 2013

EKSKUL

PENCAK SILAT

TC-TANGERANG. Pencak Silat telah merasuk ke dalam kehidupan masyarakat, terlebih sekarang ini telah merambah disekolah, seperti halnya di SMP PGRI Jatiuwung. Perkembangan Pencak Silat tidak hanya dititik beratkan pada seni beladiri, melainkan dikembangkan pula pada aspek seni dan budaya.

Hal ini dilakukan agar Pencak Silat tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang identik dengan kekerasan. Perkembangan Pencak Silat dari aspek seni dan budaya dilakukan melalui kegiatan kolaborasi antara gerakan-gerakan (jurus) dan irama musik. Perpaduan yang harmonis dari keduanya akan menghasilkan seni pertunjukan yang indah dan dapat ditampilkan dimuka umum, serta dapat dijadikan sebagai warisan budaya bangsa. Kegiatan ekskul Pencak silat di laksanakan pada hari Selasa malam pukul 19.00 dan hari sabtu pukul 07.00 di gedung SMP PGRI Jatiuwung./e_mon/Na2ng.

=============================================================================

PASKIBRA

Doc. Foto Tabloid Cakrawala

TC.TANGERANG. Ekskul Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) adalah merupakan kegiatan yang memberikan kesadaran bela negara bagi para siswa, yang didalamnya  mencakup keterampilan baris-berbaris dan tata upacara bendera.

Selain itu, Paskibra  juga merupakan suatu wadah bagi siswa yang memiliki ketrampilan, krativitas, dan inovasi, serta motivasi di dalam pengembangan kepribadian yang berdisiplin tinggi, loyalitas dan intergritas. Adapun kegiatan Ekskul ini, dilaksanakan setiap sabtu dan minggu pukul 08.00- selesai. Mon /Na2ng.

============================================================================

MUSIK /VOKAL

Doc. Foto Tabloid Cakrawala


TC-TANGERANG.Kegiatan ekskul musik/band merupakan wadah bagi siswa-siswi yang mempunyai hobi atau bakat dalam bidang musik, dan juga merupakan wadah pelatihan khusus bagi siswa yang gemar bernyanyi, terlebih memainkan alat-alat musik pada umumnya. Siswa dilatih agar mampu bernyanyi serta memainkan alat musik.

Tujuannya adalah melatih bakat khususnya vokal dan kreatifitas siswa-siswi agar mampu untuk bakatnya di bidang bermusik. Dan peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, baik di sekolah, yaitu dalam acara Pentas seni, Lepas alih  dan sebagainya. Latihan untuk kegiatan ekskul ini diadakan di studio musik sekolah, hari sabtu pukul 13.00 wib – selesai di studio sekolah./Mon

===========================================================================

PALANG MERAH REAMAJA

Doc. Foto Tabloid Cakrawala

PMR adalah suatu organisasi yang diadakan di sekolah dengan tujuan memberikan pemahaman terhadap para siswa-siswanya untuk mampu bersosialisasi, disisi lain juga diterapkan asumsi untuk mampu menolong yang menderita.

Kegiatan ekskul yang terkoordinir dengan rapi ini  merupakan selain OSIS.  Moto yang dikembangkan kegiatan ekskul PMR yaitu “Disiplin, Mandiri, dan Bertanggung Jawab”. Kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan PMR adalah bakti sosial, donor darah, P3K, dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.

/Mon.2013





Pemerintahan Kota Tangerang

4 05 2013

Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

SMP PGRI JATIUWUNG Merupakan sebuah sekolah SMP swasta yang terakreditasi A dan memiliki berbagai macam kegiatan ekstrakulikuler dengan tenaga pengajar yang profesional.





SMP PGRI JATIUWUNG

1 11 2012





Informasi Pendidikan 2012

28 06 2012
SMP Pgri Jatiuwung

SMP Pgri Jatiuwung

Berikut adalah tabel informasi pendidikan 2012.





Kelulusan Tahun 2008 SMP PGRI JATIUWUNG

18 12 2011
Tak Temukan Cat Semprot, Siswa Diajak Do’a Bersama
Jumat, 9 Mei 2008 15:29:59 WIB
Tangerang, SerpongKita.com- Usai mengikuti Ujian Nasional (UN) hari terakhir kemarin, panitia ujian di SMP PGRI Jatiuwung Kota Tangerang merazia tas siswa. Panitia bermaksud mencari cat semprot dan alat lain yang biasanya digunakan siswa untuk mencorat-coret baju seragam usai ujian. Sebagi gantinya, sebanyak 389 siswa yang mengikuti ujian di sekolah tersebut juga diajak melakukan doa bersama untuk kelulusan mereka.

Ketua Panitia UN SMP PGRI Jatiuwung H Endang Darmawan,S.Ag mengungkapkan, razia ini merupakan program rutin sekolah mereka. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan menekan kenakalan siswa yang biasa dilakukan usai ujian. “Hari ini kami tidak menemukan siswa yang membawa cat semprot. Namun, kami akan memberi sanksi tegas jika ada siswa yang mencorat-coret dan merobek baju mereka untuk merayakan kelulusan,” ungkap Endang, kepada SerpongKita.com.

SMP PGRI JATIUWUNG

RAZIA LULUS-LULUSAN Tahun 2008


Panitia merazia tas siswa

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP PGRI Jatiuwung Drs Sudiyono mengungkapkan, UN yang diselenggarakan di sekolahnya dan sekolah lain di Tangerang berjalan relatif lancar. Panitia juga berupaya untuk bersikap objektif dan diawasi oleh tim pemantau independen, serta dinas pendidikan. “Alhamdulillah sampai hari terakhir tidak ditemukan kebocoran soal, atau siswa yang mencoba mencontek. Semuanya berjalan lancar,” ujar Sudiyono, didampingi Wakil Kepala Sekolah SMP Jatiuwung, Drs Agus Irianto.

Ratna Ekawati (14), salah seorang peserta UN mengaku lega telah mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan. Ratna juga mengaku optimis dapat meraih nilai standar yang ditetapkan pemerintah. “Kalau kami sih optimis aja karena persiapan yang kami lakukan juga sudah cukup lama,” kata Ratna. (kov)

 Dikutip : IKAP 36







%d blogger menyukai ini: